Lompat ke isi utama

Berita

Seru! Bawaslu Belu Jadi “Guru Sejam” di SMAN 4 Atambua, Ajak Pelajar Melek Demokrasi

Seru! Bawaslu Belu Jadi “Guru Sejam” di SMAN 4 Atambua, Ajak Pelajar Melek Demokrasi

Seru! Bawaslu Belu Jadi “Guru Sejam” di SMAN 4 Atambua, Ajak Pelajar Melek Demokrasi

Atambua, 23 April 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu menghadirkan cara unik dalam memberikan edukasi demokrasi kepada generasi muda. Melalui program Bawaslu Goes To School, dua anggota Bawaslu Belu tampil sebagai “guru” selama satu jam di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Atambua.

Kedua “guru sejam” tersebut adalah Julian Maurits Astari, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), serta Christafora Fernandez, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H). Mereka memberikan materi seputar kelembagaan Bawaslu, demokrasi, hingga kepemiluan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Belu dan SMAN 4 Atambua yang sebelumnya telah dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Julian Maurits Astari yang akrab disapa Ian, menyampaikan pesan penting kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa pemimpin yang baik lahir dari proses demokrasi yang sehat.

Selama sesi pembelajaran, kedua anggota Bawaslu tersebut berbagi peran. Ian menjadi pemateri pertama dengan membawakan materi terkait kelembagaan Bawaslu. Sementara itu, Christafora Fernandez, yang akrab disapa Ista, melanjutkan dengan materi tentang demokrasi dan sejarah kepemiluan di Indonesia.

Berbeda dengan metode ceramah biasa, Ista lebih banyak mengajak siswa berdiskusi melalui sesi tanya jawab. Suasana kelas pun berlangsung interaktif. Para siswa yang merupakan calon pemilih pemula terlihat antusias mengikuti kegiatan, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi diskusi dibuka.

5

Di akhir kegiatan, Ista menyampaikan pesan penutup yang kuat kepada para siswa. Ia mengajak mereka untuk menjadi pemilih cerdas yang aktif dan berani melawan kecurangan dalam setiap proses demokrasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Belu berharap para pelajar tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga memiliki kesadaran dan keberanian untuk berpartisipasi secara aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di masa depan.

Humas - JA