Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Natal dan Tahun Baru Ketua Bawaslu Provinsi NTT Kunjungi Bawaslu Kabupaten Belu

Jelang Natal dan Tahun Baru Ketua Bawaslu Provinsi NTT Kunjungi Bawaslu Kabupaten Belu

Jelang Natal dan Tahun Baru Ketua Bawaslu Provinsi NTT Kunjungi Bawaslu Kabupaten Belu

Atambua, 22 Desember 2025 — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nonato Da Furificacao Sarmento, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bawaslu Kabupaten Belu. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas pengawasan serta penguatan konsolidasi kelembagaan.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi NTT memimpin langsung rapat bersama jajaran. Bawaslu Kabupaten Belu yang didampingi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten, Agustinus Bau, Anggota Bawaslu Julian Maurits Astari dan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belu, Mario Kristofel Talul. Rapat ini membahas pelaksanaan kegiatan Bawaslu menjelang akhir tahun, meliputi evaluasi program yang telah berjalan serta perencanaan kegiatan strategis untuk tahun 2026.Salah satu poin penting yang disampaikan adalah terkait Rencana Strategis (Renstra). Bawaslu Tahun 2025–2030. “Renstra ini merupakan turunan dari Bawaslu RI hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota, yang bertujuan menetapkan standar kerja sebagai pedoman pelaksanaan tugas Bawaslu ke depan” ujar Nonato.

Dalam arahannya, Nato, panggilan akrabnya menekankan pentingnya penguatan koordinasi, peningkatan Kualitas kinerja pengawasan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi agenda pengawasan mendatang. Ia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan pendidikan politik atau pendidikan pemilih di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran. “Masa non tahapan ini adalah masa yang paling penting dan krusial untuk Bawaslu melakukan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk perilaku politik bagi para pemilih terutama pemilih pemula” ujar Nato.

 

Selain itu, ia juga menjelaskan prinsip-prinsip kerja Bawaslu yang meliputi tiga pilar utama, yaitu good governance, adaptif, dan kolaboratif, sebagai landasan dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Sebelum menutup rapat, Nonato menyarankan agar Bawaslu Kabupaten Belu menjalin kerja sama dengan Dinas Perpustakaan Daerah serta lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMA untuk membuka pojok pengawasan. Program ini bertujuan memberikan pendidikan kepemiluan, khususnya bagi calon pemilih pemula.

Rapat berlangsung dengan lancar dan diharapkan hasilnya dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan penguatan peran Bawaslu Kabupaten Belu ke depan.

Humas - JA