Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Belu Teken MoU dengan STKIP Nusa Timor Atambua

Bawaslu Kabupaten Belu Teken MoU dengan STKIP Nusa Timor Atambua

Bawaslu Kabupaten Belu Teken MoU dengan STKIP Nusa Timor Atambua

Atambua – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu bersama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Timor Atambua, menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pada Jumat, 05/12/2015. Acara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan institusi pendidikan tinggi dalam upaya penguatan demokrasi di Kabupaten Belu.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu dalam penyelenggaraan pengawasan pemilu. Para peserta yang adalah mahasiswa ini mendapat pemahaman mengenai pentingnya peran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memastikan proses pemilu berjalan jujur, adil, dan transparan.

Setelah sesi sosialisasi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Bawaslu Belu dan STKIP. Kerja sama tersebut meliputi program pendidikan dan pelatihan kepemiluan, penelitian bersama, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari pemantauan partisipatif.

Ketua Bawaslu Belu, Agustinus Bau, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperluas jaringan pengawasan pemilu dalam lingkungan akademik. 

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Bawaslu Belu, Christafora Fernandez, beliau mengharapkan melalui kegiatan ini bisa mendorong mahasiswa sebagai generasi muda bisa ikut berpatisipasi dalam pengawasan pemilu dan pemilihan.

Bawaslu Kabupaten Belu Teken MoU dengan STKIP Nusa Timor Atambua

Sementara itu, Dosen STKIP Nusa Timor, Efrem Hendro Loe Loko menyampaikan terima kasih apresiasi kepada Bawaslu Belu dan menyambut baik kerja sama tersebut.  Efrem menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan pendidikan demokrasi. Ia berharap mahasiswa dapat mengambil bagian secara aktif dalam berbagai program yang dirancang bersama Bawaslu.

Dengan adanya MoU dan PKS ini, kedua institusi berharap dapat mewujudkan pemilu yang lebih berkualitas melalui penguatan partisipasi masyarakat dan peningkatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan.

Humas - JA