Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Belu Hadiri Konsolnas Strategi Komunikasi Humas

Bawaslu Belu Hadiri Konsolnas  Strategi  Komunikasi Humas
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas (HP2H) Bawaslu Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Christafora Fernandez bersama Kepala Sub Bagian Pengawasan Pemilu, Adrianus Mau Asa dan Staf Pelaksana Teknis, Vinsensius K. Mali menghadiri kegiatan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Strategi Komunikasi Humas yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI pada, Sabtu 20-22 April 2024 di Jakarta. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk Merumuskan strategi Humas dalam Partisipatif aktif pada Pilkada 2024 sebagaimana disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas bawaslu RI, Agung Bagus Gede Indra Atmajaya. Salah satu Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono dalam kesempatan itu mengatakan, untuk Memaknai jargon "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu", diimplementasikan dengan mendekatkan tugas-tugas pengawasan pemilu bersama masyarakat dan stakeholder di wilayah masing-masing. Tanpa Humas, kata dia, Bawaslu tidak akan menjadi lembaga yang informatif, tanpa Humas masyarakat tidak teredukasi tentang kelembagaan bawaslu, tentang tugas-tugas yang akan diimplementasinya dalam menegakkan keadilan Pemilu. Karena itu, ia mengaku, momentum Pemilihan Serentak 2024, Bawaslu menjadi garda terdepan untuk menuntaskan "hutang" pada pemilu 2024 kemarin. Dimana, sambung dia, momentum ini juga untuk mengembalikan kepercayaan publik, mengembalikan citra lembaga Bawaslu sebagai penegak keadilan pemilu. Ia meminta humas Bawaslu di jajaran provinsi hingga kabupaten/kota untuk ikut membantu kerja-kerja pengawasan lewat informasi yang informatif, inspiratif serta edukatif. “Jadi humas sebagai bentuk aktualisasi untuk kita membina hubungan dengan segala macam stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk satu tujuan menegakkan keadilan pemilu,” jelas Totok. Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam sambutannya meminta agar dalam menciptakan bentuk informasi kepada publik, humas tidak takut dalam berkreativitas, perlu ada keberanian untuk berbeda dan butuh inovasi. Menurut dia, strategi Komunikasi Humas seperti "rantai besi", tersambung, kuat dan entur. Humas harus kuat, tersambung untuk menguatkan satu sama lain juga lentur agar selalu flexibel dalam memberikan edukasi dan pesan-pesan kebawasluan. Ia menambahkan, Informasi yang disampaikan oleh humas bawaslu harus kuat dan memberikan nilai manfaat bagi banyak pihak. Selain itu, dalam menyampaikan informasi kehumasan juga membutuhkan inovasi. “Untuk bisa tumbuh inovasi dibutuhkan ketekunan dan keberanian bagi Bawaslu bersama jajaran. Momentum pemilihan 2024 juga untuk melihat kembali pemberitahuan kita di Pemilu 2024 kemarin. Bangun kolaborasi dengan stakeholder kehumasan, media, jurnalis untuk memperkuat kehumasan kita hari ini dan kedepannya,” Ujar Lolly. Bahkan dia meminta humas Bawaslu harus tahu menempatkan diri, dalam hubungan perlu kesetaraan, tidak mendominasi dan memberikan kemanfaatan. Dalam menjalankan tugasnya, Lolly juga merasa kelenturan perlu diterapkan seperti siap siaga dalam berkreativitas, siaga melakukan inovasi. “Ingat dua hal itu butuh ketekunan,” tegas dia. “Berani berbeda, berani melakukan terobosan baru sebab kelenturan membutuhkan ketekunan dan keberanian. Strategi komunikasi berbicara soal rasa tidak hanya sekedar hubungan, harus ada kemajuan lebih dibanding sebelumnya,” tutupnya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono selaku Koordinator Divisi Hukum dan Sengketa, Lolly Suhenti, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, para Tenaga Ahli dan Sub Koordinator Humas Bawaslu Republik Indonesia (RI). HUMAS BAWASLU BELU.