Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU BELU GELAR UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA

BAWASLU BELU GELAR UPACARA  HARI KESAKTIAN PANCASILA
Ketua Bawaslu Didampingi Anggota Bawaslu dan Koordinator  Sekretariat serta Seluruh Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belu. (Foto : Bawaslu Belu/VyQ)

Atambua - Bawaslu Belu : Bawaslu Belu menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019, yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bawaslu Belu,  Selasa (01/10/2019).

Upacara ini dimulai pada pukul 08.00 Wita, yang diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Belu serta Koordinator Sekretariat bersama Seluruh Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belu. Tema Upacara ini adalah ““Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”

Dalam Upacara tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera,S.Fil bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Andre mengajak seluruh Staf Bawaslu Kabupaten Belu untuk menjadikan Butir-Butir Pancasila sebagai landasan utama dalam membangun karakter di lembaga Bawaslu. Dalam sambutannya, Andre  menguraikan secara detail makna Butir-Butir Pancasila khususnya bagi lembaga Bawaslu Kabupaten Belu.

Andre mengatakan;” kita harus jadikan Sila Pertama sebagai landasan bagi seluruh kerja kita, yaitu selalu menghadirkan Tuhan dalam setiap kerja kita terutama dalam tugas-tugas pengawasan di Belu ini”. Sila Kedua, Beliau menambahkan: “dalam lembaga ini, kita memiliki struktur dan fungsi serta kewenangan yang berbeda. Namun  sebagai lembaga, kita adalah satu tim.  Karena struktur hanya membagi fungsi dan kewenangan, sedangkan sebagai manusia kita adalah sama, ungkapnya.

Pada Sila Ketiga Andre menjelaskan; “bahwa Persatuan Indonesia menjadi dasar yang paling utama bagi kebersamaan kita. Sejak awal kita selalu menekankan kebersamaan dalam segala hal, baik suka maupun duka. Kita harus terlibat dalam kesusahan ataupun sukaria. Keterlibatan ini untuk semua yang bernaung di lembaga kita ini tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya karena ini adalah bagian dari kebersamaan kita”, harapnya.

Sila Keempat Andre menambahkan, “musyawarah / diskusi harus menjadi bagian dari kerja kita. Ketika ada masalah, tugas ataupun pekerjaan , kita harus diskusikan secara bersama. Karena banyak sekali kerja-kerja kita yang merupakan kerja tim, bukan kerja perorangan. Sehingga diskusi/musyawarah diantara kita menjadi sangat penting karena kerja-kerja pengawasan kita merupakan kerja-kerja  lembaga”, ungkapnya. 

Pada sila Kelima, Andre mengatakan;” Sejak awal sudah diingatkan bahwa Adil bukan berarti Sama. Karena tupoksi dan kewenangan kita berbeda. Sehingga adil yang dimaksudkan adalah adil yang proporsional atau adil sesuai dengan porsinya”.

Mengakhiri sambutannya, Andre menghimbau agar kelima Sila Pancasila ini dijadikan sebagai  dasar untuk membangun karakter bangsa. “Mari kita mulai dari diri kita sendiri, rumah kita ini, lembaga kita ini. Ketika karakter Pancasila tumbuh dalam lembaga ini, maka bisa ditularkan kepada masyarakat luar, dan untuk kepentingan bangsa”. “Mari kita membangun kembali lima point yang sudah disampaikan, dan menjadikan sebagai  dasar seluruh kebijakan kehidupan bangsa kita, dan kita jadikan sebagai dasar kebijakan untuk membangun kebersamaan di lembaga kita, ungkap Andre. (Humas Bawaslu Belu)