Bawaslu Belu Gelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi Bersama Partai PSI
|
Atambua – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu menggelar diskusi bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Belu dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi dan meningkatkan sinergitas pengawasan partisipatif menjelang tahapan pemilu dan pemilihan. Kamis, 12/02/2026
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PSI Kabupaten Belu tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf Bawaslu Kabupaten Belu, pengurus partai, sejumlah kader PSI serta Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Partai PSI dan Jajaran Pimpinan dan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis, dengan fokus pada penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Belu Christafora Fernandez, S.STP dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik sebagai peserta pemilu. Ia menegaskan pentingnya peran partai politik dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat serta memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Partai politik memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, kami mendorong komunikasi dan koordinasi yang intensif agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” ujar Ista.
Dalam diskusi tersebut, Bawaslu juga memaparkan sejumlah isu krusial terkait pengawasan tahapan pemilu, di antaranya pengawasan kampanye, netralitas aparatur, serta pencegahan praktik politik uang. Selain itu, Bawaslu mengajak seluruh kader PSI untuk turut aktif dalam pengawasan partisipatif dengan melaporkan dugaan pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam diskusi itu salah satu Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Partai PSI, Stanislaus Fahik menyampaikan bahwa PSI siap bersama-sama Bawaslu Belu melakukan Sosialisasi dalam pendidikan politik untuk memberantas maraknya politik uang menjelang pesta demokrasi.
"Demokrasi yang berhasil dan bersih tanpa politik uang akan menghasilkan pemimpin yang berintegritas" tutur Stanis
Sementara itu, perwakilan PSI Kabupaten Belu menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung pengawasan yang dilakukan Bawaslu. PSI menilai diskusi seperti ini penting untuk membangun kesepahaman dan memperkuat integritas seluruh peserta pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Belu berharap tercipta hubungan kelembagaan yang harmonis dengan seluruh partai politik, sehingga konsolidasi demokrasi di Kabupaten Belu, sebagai daerah tapal batas, dapat terus terjaga dan berkembang secara sehat dan bermartabat.
Humas - Ansel