Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Provinsi NTT Monitoring Verfak Di Belu

Anggota Bawaslu Provinsi NTT Monitoring Verfak Di Belu
Anggota Bawaslu Provinsi NTT Baharuddin Hamzah,M.Si (Tengah) didampingi Ketua Bawaslu Belu Andreas Parera,S.Fil (Kanan) dan Anggota Bawaslu Belu Maria Gizela Lumis,S.Sos (Kiri) serta Anggota PPS saat melakukan monitoring pengawasan Verifikasi Faktual Dukungan Calon Perseorangan VIVA MATEKE di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu. (Foto : Humas Bawaslu Belu)

Atambua- Bawaslu Belu : Untuk memastikan proses pelaksanaan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan VIVA MATEKE yang dilakukan oleh Anggota PPS di wilayah Kabupaten Belu, Anggota Bawaslu Provinsi NTT Baharuddin Hamzah,M.Si didampingi oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Belu melakukan monitoring dan pengawasan di Wilayah Kabupaten Belu, Senin (30/06/2020).

Sebelum melakukan monitoring dan pengawasan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan VIVA MATEKE di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, dilakukan diskusi  di Kantor Bawaslu Kabupaten Belu bersama Ketua dan Anggota Bawaslu Belu dan seluruh Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belu yang dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT Baharuddin Hamzah,M.Si selaku Koordinator SDMO Bawaslu Provinsi NTT.

Mengawali diskusi tersebut, Ketua Bawaslu Belu Andreas Parera,S.Fil selaku Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, menyampaikan laporan tentang pengaktifan kembali Pengawas Kecamatan dan Pengawas Desa/Kelurahan dan Bawaslu Belu juga sudah melakukan rapat Koordinasi pelaksanaan verifikasi faktual dukungan calon bersama seluruh Stakeholder Tingkat Kabupaten Belu. Andre juga melaporkan proses persiapan dan pelaksanaan verifikasi faktual oleh PPS, teknis pengawasan oleh Pengawas Desa/Kelurahan, dinamika yang terjadi pada saat verifikasi faktual di wilayah Desa/Kelurahan masing-masing, serta rekapitulasi hasil pengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Desa/Kelurahan yang dibantu oleh  Panwascam dan Staf Seketariat Panwascam Se-Kabupaten Belu, sejak tanggal 27 Juni sampai dengan 29 Juni 2020.

Dalam diskusi tersebut, Bahar mengatakan bahwa dalam situasi pandemi covid-19 yang mencekam ini, keselamatan nyawa Pengawas Pemilu adalah harga mati yang harus dipertaruhkan.

“Tidak ada pengganti nyawa. Kalau calon kalah silahkan, tetapi keselamatan nyawa teman-teman Pengawas adalah harga mati dan menjadi nomor satu. Oleh karena itu, semua standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 perlu diterapkan dan dipatuhi oleh teman-teman Pengawas Pemilu khususnya Pengawas Pemilu di tingkat  bawah”, ungkap Bahar.

 â€œKesehatan juga perlu diperhatikan”, Lanjutnya lagi. Karena mobilisasi yang tinggi dan medan yang berat serta topografi yang parah dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun dan bisa mengakibatkan kesehatan terganggu atau sakit. Menu gizi yang seimbang dan waktu istrahat pun perlu diperhatikan agar kesehatan tubuh tetap terjaga karena tahapan masih panjang hingga Desember 2020 nanti” tambahnya lagi.  

Sebelum mengakhiri diskusi tersebut, Bahar mengungkapkan keprihatinanya atas kondisi Pengawas Desa/Kelurahan yang mendapatkan honor sedikit dengan beban kerja yang berat serta berpotensi tertular covid-19, Sehingga Dia berharap agar Pengawas Pemilu di tingkat bawah perlu mendapatkan perhatian khusus dan dinomorsatukan.

Proses Verifikasi Faktual Pendukung Calon Perseorangan VIVA MATEKE di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu

Seusai diskusi, Anggota Bawaslu Provinsi NTT tersebut didampingi Ketua Bawaslu Belu Andreas Parera,S.Fil,  dan Anggota Bawaslu Belu Agustinus Bau,S.Fil serta Maria Gizela Lumis,S.Sos, melakukan monitoring di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu, sekaligus melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses verifikasi faktual pendukung Bakal Pasangan Calon Perseorangan VIVA MATEKE yang dilakukan oleh PPS dan diawasi oleh Pengawas Desa/Kelurahan. (Humas Bawaslu Belu)