Lompat ke isi utama

Berita

Peringati HUT Ke-13, Bawaslu Belu Bantu Korban Bencana Banjir

Peringati HUT Ke-13, Bawaslu Belu Bantu Korban Bencana Banjir
Penyerahan Bantuan oleh Ketua Bawaslu Belu kepada salah satu korban banjir di lokasi pengungsian (Foto : Bawaslu Belu)

Atambua-Bawaslu Belu : Peringati Hari Ulang Tahun ke-13 Bawaslu Republik Indonesia, Bawaslu Kabupaten Belu memberikan bantuan kepada para korban bencana banjir di Desa Tasain Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu, Kamis (08/04/2021).

Pemberian bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Bawaslu Kabupaten Belu terhadap korban bencana banjir yang dialami oleh sebagian masyarakat di Desa Tasain Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu, serta salah satu bentuk aksi sosial Bawaslu Kabupaten Belu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-13 Bawaslu Republik Indonesia.

Bantuan yang diberikan adalah sembako berupa beras, mie, telur, air minum, minyak goreng, minyak tanah, lilin, tikar, serta obat-obatan. Bantuan tersebut diserakan secara langsung oleh Ketua dan Anggota serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belu kepada para korban yang mengungsi di lokasi pengungsian Rumah Lopo milik Susteran Canosian Motamaro dan juga di Gereja GMIT Motamaro yang merupakan titik evakuasi /Posko Bencana Banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Humas Bawaslu Belu, bencana banjir  bandang terjadi pada hari Minggu, 04 April 2021 tepat pukul 01.00 Wita (dini hari) di wilayah Desa Tasain yang meliputi 5 (lima) Dusun diantaranya  : Dusun Auktuik A,  Auktuik B,  Motamaro,  Rarina dan  Funeno.

Tidak terdapat korban jiwa. Namun banjir tersebut telah mengakibatkan sejumlah masyarakat dari   5 (lima) dusun  yang berdomisili di sekitar sungai menjadi korban (terdampak banjir), yaitu sebanyak 140 Kepala Keluarga  yang terdiri dari 522 jiwa dengan rincian laki-laki 263 orang dan perempuan  259 orang. Dari jumlah korban tersebut, terdapat Ibu Hamil  8 orang, Bayi/Balita 76 orang dan lansia (lanjut usia) 72 orang.

Selain itu, terdapat pula 17 rumah semi permanen milik warga yang mengalami kerusakan yaitu 7 rumah rusak total dan dibawa arus air dan 10 rumah lainnya hanya dinding/tembok yang terbawa arus. Sedangkan rumah warga lainnya hanya terendam banjir namun tidak terdapat kerusakan. Selain rumah, sebagian besar lahan beserta tanaman milik warga yang terletak di pesisir sungai pun ikut terbawa arus.  Jumlah lahan yang rusak belum diketahui secara pasti karena sedang dilakukan pendataan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan yang bertugas di Desa Tasain. Demikian disampaikan oleh salah satu petugas yang menangani data pada posko bencana banjir yang berlokasi di Gereja GMIT Motamaro.

Sampai dengan saat ini, para korban masih berada di  lokasi pengungsian dengan tidur hanya beralaskan terpal. Ada juga yang mengalami sakit ringan seperti batuk pilek dan demam akibat cuaca yang buruk namun sudah ditangani oleh tenaga medis terdekat. Dan sistem konsumsinya adalah dapur umum yang ditangani langsung oleh Koramil 1605 Halilulik. (Ros)

Ketua bersama Anggota serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belu melakukan penelusuran ke rumah warga yang terdampak banjir. Korban Bencana Banjir di lokasi pengungsian Lahan dan rumah warga yang rusak akibat banjir.